Pengelolaan persediaan Barang Habis Pakai (BHP) non-medis merupakan salah
satu aspek penting dalam mendukung kelancaran operasional rumah sakit. Namun,
dalam prakteknya masih sering ditemukan ketidaksesuaian antara stok fisik dan
data persediaan yang tercatat dalam sistem. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis penyebab terjadinya ketidaksesuaian stok BHP non-medis di Gudang
Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan lima narasumber
yang terlibat langsung dalam pengelolaan persediaan, yaitu Kepala Subbagian
Logistik, Petugas Gudang Non-Medis, Staf Akuntansi BMN, Petugas Pengadaan,
dan Pengguna Barang dari unit pelayanan. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ketidaksesuaian stok BHP non-medis di Rumah Sakit X
disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu keterlambatan pencatatan persediaan,
keterbatasan sumber daya manusia, rangkap tugas petugas gudang, serta penerapan
pengendalian internal yang belum optimal. Selain itu, pencatatan persediaan belum
sepenuhnya dilakukan secara real-time sehingga data dalam sistem aplikasi Sakti
tidak selalu mencerminkan kondisi fisik barang di gudang. Ketidaksesuaian stok
tersebut berdampak pada kelancaran distribusi barang ke unit pelayanan serta
keandalan laporan BMN dan laporan keuangan rumah sakit. Penelitian ini
merekomendasikan penguatan pengendalian internal, peningkatan kompetensi
sumber daya manusia, perbaikan manajemen gudang, serta peningkatan disiplin
pencatatan persediaan secara real-time guna meminimalkan ketidaksesuaian stok
BHP non-medis di Rumah Sakit X.
Kata kunci: Persediaan, BHP Non