ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor - faktor yang
mempengaruhi belanja modal pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah di tahun
2019 sampai 2021 dikarenakan dana Pemda yang mengendap di Bank terlalu tinggi.
Faktor – faktor tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah,
dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana bagi hasil, dan SILPA. Populasi
pada penelitian ini adalah kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan,
sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik sampel jenuh maka diperoleh
sampel sebanyak 35 dari 6 kota dan 29 kabupaten yang ada di Provinsi Jawa
Tengah. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari
website DJPK dan BPS. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi
berganda, statistika deskriptif dan pengujian hipotesis yang dibantu dengan
software SPSS 22. Hasil dari uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data
berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinieritas, heterokedastisitas, dan
autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pertumbuhan
ekonomi, pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana
bagi hasil, dan SILPA berpengaruh signifikan terhadap belanja modal. Secara
parsial pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum berpengaruh secara
signifikan terhadap belanja modal. Pertumbuhan ekonomi, dana alokasi khusus,
dana bagi hasil, dan SILPA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap belanja
modal.
Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi
Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil , SILPA