Rasio ketergantungan lansia yang meningkat 17,08% pada tahun 2023 telah
menyebabkan munculnya generasi sandwich. Di mana anggota kelompok usia
produktif, termasuk generasi millenial dan generasi Z di Indonesia, harus
menanggung perekonomian keluarga karena kurangnya pengetahuan generasi
sebelumnya tentang literasi keuangan dan persiapan dana pensiun. Generasi
sandwich semakin berkembang, sehingga tanggung jawab finansial yang mereka
hadapi tidak hanya mencakup orang tua, saudara & anak, tetapi juga melibatkan
anggota keluarga dari generasi yang lebih tua dan lebih muda. Keputusan investasi
bagi generasi sandwich merupakan manajemen keuangan jangka panjang untuk
mencapai finansial well being dan memutus rantai generasi tersebut. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial literacy, pendapatan dan risk
perception terhadap keputusan investasi di pasar modal pada generasi sandwich.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini
merupakan generasi sandwich yang berdomisili di Kota Surakarta dengan
penentuan sampel menggunakan rumus lemeshow, ditetapkan jumlah sampel
sebanyak 97 responden. Penelitian ini menggunakan data primer dengan teknik non
probability sampling metode purposive sampling yang dilakukan dengan
menyebarkan kuesioner secara daring melalui google form. Metode analisis data
dalam penelitian ini dengan bantuan program software IBM SPSS versi 27
menggunakan uji instrumen data, uji asumsi klasik, analisis linear regresi berganda
dan uji hipotesis, koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
risk perception tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi di pasar
modal pada generasi sandwich Kota Surakarta. Financial literacy & pendapatan
berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi di pasar modal pada generasi
sandwich Kota Surakarta.
Kata kunci: keputusan investasi, generasi sandwich,
pendapatan, risk perception.