Analisis Manajemen Persediaan Bahan Baku untuk Keberlangsungan Produksi pada PT Solo Grafika Utama di Surakarta

Muthatoha, Jenry (2022) Analisis Manajemen Persediaan Bahan Baku untuk Keberlangsungan Produksi pada PT Solo Grafika Utama di Surakarta. Skripsi (S1) thesis, STIE Surakarta.

[thumbnail of Jenri Mutathoha - 18130010_MANAJEMEN.pdf]
Preview
PDF
Jenri Mutathoha - 18130010_MANAJEMEN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK : Dalam pengadaan persediaan bahan baku, PT Solo Grafika Utama belum menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) sebagai kebijakan pengadaan persediaan. Dengan menerapkan metode Economic Order Quantity, maka perusahaan dapat meminimalkan biaya operasi dengan menentukan seberapa besar persediaan bahan baku perusahaan itu sendiri, berapa jumlah bahan baku yang harus dipesan setiap kali melakukan pemesanan dan kapan pemesanan bahan baku dilakukan. Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini untuk mengetahui total biaya dan penyimpanan, untuk mengetahui jumlah persediaan ekonomis setiap kali pesan dengan metode EOQ, untuk mengetahui perbandingan besaran Total Inventory Cost (TIC) menurut perhitungan perusahaan dengan TIC dan metode Economic Order Quantity (EOQ) pada tahun 2020, untuk mengetahui jumlah persediaan pengaman dan re-order point yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pengadaan bahan baku pada PT Solo Grafika Utama belum ada kebijakan dengan menggunakan perhitungan metode tertentu. Kebijakan perusahaan terhadap pengadaan barang belum dilakukan secara optimal, hal tersebut dapat dilihat dari total biaya persediaan (TIC) yang lebih kecil dari total biaya persediaan (TIC) menurut kebijakan perusahaan adalah sebesar Rp. 9.802.671,56 sedangkan dalam menggunakan metode EOQ besarnya biaya persediaan adalah Rp. 5.945.018,53 sehingga terdapat selisih sebesar Rp. 3.857.653,03. Perusahaan belum menentukan besarnya safety stock, sedangkan menurut metode EOQ, besarnya safety stock (persediaan pengaman) yang harus disediakan PT. Solo Grafika Utama adalah sebanyak 6.930,5 kg dan harus melakukan pemesanan Kembali pada saat persediaan bahan baku kertas sebanyak 13.787,39 kg. Jumlah pembelian bahan baku kertas menurut kebijakan perusahaan adalah sebanyak 28.570,4, sedangkan menurut metode EOQ jumlah pembelian bahan baku kertas yang optimal sebanyak 84.566.
Kata kunci: Manajemen Persediaan, Keberlangsungan Produksi, Metode EOQ

Item Type: Thesis (Skripsi (S1))
Additional Information: ABSTRAK : Dalam pengadaan persediaan bahan baku, PT Solo Grafika Utama belum menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) sebagai kebijakan pengadaan persediaan. Dengan menerapkan metode Economic Order Quantity, maka perusahaan dapat meminimalkan biaya operasi dengan menentukan seberapa besar persediaan bahan baku perusahaan itu sendiri, berapa jumlah bahan baku yang harus dipesan setiap kali melakukan pemesanan dan kapan pemesanan bahan baku dilakukan. Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini untuk mengetahui total biaya dan penyimpanan, untuk mengetahui jumlah persediaan ekonomis setiap kali pesan dengan metode EOQ, untuk mengetahui perbandingan besaran Total Inventory Cost (TIC) menurut perhitungan perusahaan dengan TIC dan metode Economic Order Quantity (EOQ) pada tahun 2020, untuk mengetahui jumlah persediaan pengaman dan re-order point yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pengadaan bahan baku pada PT Solo Grafika Utama belum ada kebijakan dengan menggunakan perhitungan metode tertentu. Kebijakan perusahaan terhadap pengadaan barang belum dilakukan secara optimal, hal tersebut dapat dilihat dari total biaya persediaan (TIC) yang lebih kecil dari total biaya persediaan (TIC) menurut kebijakan perusahaan adalah sebesar Rp. 9.802.671,56 sedangkan dalam menggunakan metode EOQ besarnya biaya persediaan adalah Rp. 5.945.018,53 sehingga terdapat selisih sebesar Rp. 3.857.653,03. Perusahaan belum menentukan besarnya safety stock, sedangkan menurut metode EOQ, besarnya safety stock (persediaan pengaman) yang harus disediakan PT. Solo Grafika Utama adalah sebanyak 6.930,5 kg dan harus melakukan pemesanan Kembali pada saat persediaan bahan baku kertas sebanyak 13.787,39 kg. Jumlah pembelian bahan baku kertas menurut kebijakan perusahaan adalah sebanyak 28.570,4, sedangkan menurut metode EOQ jumlah pembelian bahan baku kertas yang optimal sebanyak 84.566. Kata kunci: Manajemen Persediaan, Keberlangsungan Produksi, Metode EOQ
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Program Studi > S1 Manajemen
Depositing User: Admin Repository
Date Deposited: 20 Oct 2022 06:59
Last Modified: 13 Oct 2026 07:02
URI: https://repository.stiesurakarta.ac.id/id/eprint/245

Actions (login required)

View Item
View Item